Saya sekarang
telah berada di bangku kuliah. Tentu sangat berbeda dengan suasana pada
masa-masa sekolah. Kuliah akan lebih dekat dengan kehidupan yang sebenarnya
ketimbang ketika masih berada di sekolah yang notabane-nya masih suka sama kehidupan remaja, bermain dan
bersenang-senang. Ketika kuliah, kita harus mempersiapkan diri saat kelak kita
terjun ke masyarakat. Kematangan sangat ditentukan ketika sekarang, di bangku
kuliah. Keterampilan keperawatan dan kemampuan softskill tentu sangat
dibutuhkan dalam menunjang kematangan kita.
Softskill yang di
maksud adalah kemampuan emosional, kemampuan interpersonal, kemampuan
komunikasi, kemampuan leadership, dan
kemampuan menyelesaikan masalah. Kemampuan-kemampuan ini tentu tidak serta
merta kita dapatkan dari bangku kuliah. Hmmm, coba apa mata kuliahnya? Okeyy
komunikasi terapeutik. Tapi kemampuan komunikasi yang dimaksud bukan komunikasi
semacam itu. Melainkan kemampuan kita dalam membangun kedekatan dan saling
pengertian melalui bahasa yang kita gunakan.
Dalam organisasi
semisal HIMA Keperawatan, akan mungkin terjadi banyak konflik, baik internal
maupun eksternal. Untuk menyelesaikan masalah atau konflik tersebut tentu kita
akan membangun kedekatan dan saling pengertian, nahh komunikasi yang kita
gunakan akan terus terlatih dengan konflik-konflik yang bermacam-macam dengan
karakteristik orang yang berbeda-beda. Semua konflik itu juga akan memperkuat
kontrol emosi kita.
Komunikasi yang
kita bangun juga bisa memunculkan motivasi kepada orang lain. Seorang leader sangat membutuhkan apa yang
disebut dengan kemampuan komunikasi motivasi. Yes, leader adalah motivator.
Motivasi yang menimbulkan aksi menunjukan anda memiliki pengaruh dalam
organisasi. Dan bukan leader namanya
jika anda tidak memiliki pengaruh.
Ini poinnya,
organisasi akan membentuk kita menjadi seorang leader. Dan mau tidak mau, manusia haruslah menjadi seorang leader. Bukankah kita diutus ke muka
bumi untuk menjadi seorang khalifah.
Yes, kamu seorang
perawat, kamu diproyeksikan menjadi seorang leader.
Dan kamu bisa besar di sini. Di HIMA KEPERAWATAN.
Surat An-Nisaa: 34
Wanita-wanita harus menjaga dirinya dari laki-laki yang tidak disukai oleh suaminya bahkan laki-laki itu adalah sepupu sang istri sendiri. Apalagi orang lain yang bukan siapa-siapanya.
Para suamipun demikian...
Ini adalah sebuah kisah..
Pada suatu siang, saya duduk-duduk di depan kelas kampus saya. di sana ada seorang teman saya. kami mulai berbincang-bincang hingga pada suatu topik.
Y : akh, kenapa ya Allah menciptakan remaja dengan cobaan yang begitu dahsyatnya?
X : cobaan gimana maksudnya?
Y : ya cobaan ini akhh.. banyak bener nih cewek, kadang susah nahannya?
x : busyet dahh, inget akh inget. karena Allah memang menciptakan manusia supaya taat kepadanya. kaya surah Adz-Dzariyaat ayat 56 “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” gitu akh..
Y : bukannya maksud riya ya akh, padahal ana sudah puasa lo akh dari puasa nabi daud sampe puasa senin kemis, kan Rasulullah pernah bersapada “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” teteep aja masih suka tergoda.
X : nahh akhh, kayanya ada yang salah sama akhi nihh
Y : salah apa ana??
X : puasa sudah, puasanya gimana? ikhlas nggaak??
Y : niatnya sihh biar gak tergoda akh, n deket sama Allah..
X : lahh tuh bener udah
Y : makanyaaa, kenapa ya akh, susah banget
X : emmmmm, antum sudah menundukkan padangan belum??
Y : nahhh itu masalahnya?!@#$%
X : ..................pantesaaan..dalam An-Nur:30 ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” gitu akh, antum bener udah puasa, tapi gak bisa jaga pandangan mahh sama ajaa.. biar antum udah nikah juga, kalau gak bisa jaga pandangan yaa susah akh nahan syahwat.
Y : ohh gitu yaa, okedeh sami'na waato'na..
sebulan kemudian.....
Y : Assalamualaikum akh..
X : Wa'alaikumussalah akhy.. gmn kabarnya?
Y : Alhamdulillah akh, berkat pencerahan kemaren ana lebih tenang dalam ibadah n lebih khusuk..
X : Alhamdulillahh.. istiqomah ya akhh
Y : Inyaallah..
-Z
Pada suatu siang, saya duduk-duduk di depan kelas kampus saya. di sana ada seorang teman saya. kami mulai berbincang-bincang hingga pada suatu topik.
Y : akh, kenapa ya Allah menciptakan remaja dengan cobaan yang begitu dahsyatnya?
X : cobaan gimana maksudnya?
Y : ya cobaan ini akhh.. banyak bener nih cewek, kadang susah nahannya?
x : busyet dahh, inget akh inget. karena Allah memang menciptakan manusia supaya taat kepadanya. kaya surah Adz-Dzariyaat ayat 56 “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” gitu akh..
Y : bukannya maksud riya ya akh, padahal ana sudah puasa lo akh dari puasa nabi daud sampe puasa senin kemis, kan Rasulullah pernah bersapada “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” teteep aja masih suka tergoda.
X : nahh akhh, kayanya ada yang salah sama akhi nihh
Y : salah apa ana??
X : puasa sudah, puasanya gimana? ikhlas nggaak??
Y : niatnya sihh biar gak tergoda akh, n deket sama Allah..
X : lahh tuh bener udah
Y : makanyaaa, kenapa ya akh, susah banget
X : emmmmm, antum sudah menundukkan padangan belum??
Y : nahhh itu masalahnya?!@#$%
X : ..................pantesaaan..dalam An-Nur:30 ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” gitu akh, antum bener udah puasa, tapi gak bisa jaga pandangan mahh sama ajaa.. biar antum udah nikah juga, kalau gak bisa jaga pandangan yaa susah akh nahan syahwat.
Y : ohh gitu yaa, okedeh sami'na waato'na..
sebulan kemudian.....
Y : Assalamualaikum akh..
X : Wa'alaikumussalah akhy.. gmn kabarnya?
Y : Alhamdulillah akh, berkat pencerahan kemaren ana lebih tenang dalam ibadah n lebih khusuk..
X : Alhamdulillahh.. istiqomah ya akhh
Y : Inyaallah..
-Z
Langganan:
Postingan (Atom)