Pujian

#Untuk Ukhty

Kau tau,Dengan pakaianku seperti ini,Bukan berarti aku manusia yang bersih.

Diriku kotor,Mungkin dosaku lebih banyak darimu,Mungkin amalku lebih sedikit darimu,Mungkin iman taqwaku lebih rendah darimu.

Namun Allah menutup itu semua,
Dengan hijab ini,Allah tutup aibku,
Dengan kasih sayangNya,Allah biarkan manusia memujiku.

Namun akulah yang harus menahan,Mencoba untuk tidak angkuh,Hanya karena pujian,Aku mencoba untuk tawadhu.

Semua ku kembalikan pada Allah,
Walillahilham,Allah lah yang berhak mendapat pujian.

Apalah aku,Manusia yang hanya diberi setitik kelebihan masih menyombongkan diri.

Aku hanya ingin taat,Berjalan lurus dengan petunjukNya,Setelah hidayah yang IA berikan padaku,

Aku memohon,Jangan condongkan aku pada kesesatan.Aku tak ingin amalan ku hangus hanya dengan pujian.

Jika ingin memuji,Lebih baik pujilah Allah,Dia lah pemilik segala sesuatu. .
Sumber @dinanafisa
.
.
.
#YMYB #MudaBerdakwah #yangMUDAyangBERDAKWAH
.
_________________
.
.
Jika bermanfaat, jgn lupa TAG Teman atau sahabatnya dan jgn lupa juga tuk bantu sebarkan ya
.
.
.
By ;
Twitter : @MudaBerdakwah
Instagram : @muda_berdakwah
FB : Muda Berdakwah
Line@ : @IFE9127U
Pin : 538e1049
Email : mudaberdakwah@yahoo.co.id
✉SMS/WA : 0877-8686-7876
www.mudaberdakwah.org

Tentang Jodoh

Semoga jodohku kelak adalah seseorang yang baik agamanya, bagus akhlaknya, berkah rejekinya, lembut sikapnya, dan besar kasih sayangnya.

Ia bahagia mendapatkanku dan akupun bahagia mendapatkannya.

Ia tenang bersamaku dan akupun damai mendampinginya.

Beribadah berdua dengannya sempurnakan ketaatan.
Menjemput ridha-Nya dalam syahdu kehalalan.

Sebelum saat itu tiba, aku akan menunggu dalam kesendirian.
Hingga ia datang menjemputku dengan cara yg baik tanpa pacaran.

Semoga nanti, kami dipertemukan dalam sebaik-baik pertemuan. Dan disatukan dalam sehalal ikatan. .

Yuk tag sahabatmu....
Ig : muda.berdakwah

Mencintai itu

mencintai itu bukan menuruti semua maunya, apalagi maksiat | mencintai itu mengarahkannya agar selamat dunia dan akhirat

menyayangi itu bukan berarti tak boleh membuatnya bersedih | terkadang pelajaran datang dari yang pahit, asal semua karena Allah

mengasihi bukan berarti harus selalu bersama-sama | seringkali terpisah, karena Allah, itu pelajaran berharga

parahnya, kita kerap memaksakan cinta dengan cara dan maunya kita | tapi kita melupakan maunya Allah dan apa yang Allah ingin dari kita

mencinta, menyayangi, mengasihi dengan cara dan maunya Allah | justru disitu sumber bahagia, walau ada sakit, pahit, duka dan kecewa

cintailah Allah, engkau akan mengerti cara mencintai manusia | sayangilah Allah, engkau pasti memahami bagaimana mencintaiku :) Nabi bersabda, "Ada 3 perkara yang jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang mana Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, orang yang mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah, dan orang yang benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka" (HR Muslim)

ust.Felix Siauw

Dari @nasihattaqwa

Maksiat

Ada seseorang yang ketika di hadapan orang banyak terlihat alim dan shalih. Namun kala sendirian, saat sepi, ia menjadi orang yang menerjang larangan Allah.
#
Inilah yang dapat dilihat dari para penggiat dunia maya. Ketika di keramaian atau dari komentar di dunia maya, ia bisa berlaku sebagai seorang alim dan shalih.
#
Namun bukan berarti ketika dalam kesepian, ia seperti itu pula. Ketika sendirian browsing internet, ia sering bermaksiat. Pandangan dan pendengarannya tidak bisa ia jaga.
#
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Ibnu Majah membawakan hadits di atas dalam Bab “Mengingat Dosa”.
#
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa di malam hari lantas di pagi harinya ia berkata bahwa ia telah berbuat dosa ini dan itu padahal Allah telah menutupi dosanya. Pada malam harinya, Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi harinya ia membuka sendiri aib yang telah Allah tutupi.” (HR. Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990)
#
Semoga kita dapat menjauhi dosa dan maksiat di kala sepi dan kala terang-terangan. Jadikan, nasihat ini terutama untuk setiap diri kita pribadi.
#Repost via Pustaka Sunnah
#likeislam#dakwah#muslim#NTMS #reminder

CIRI-CIRI LELAKI SHOLEH CALON SUAMI IDAMAN WANITA


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kesolehan seseorang lelaki menjadi idaman setiap isteri dan tidak dapat dinilai dari segi lahiriah semata-mata, tentu ada beberapa kriteria Lelaki soleh.

Ciri – Ciri Umum :
~ Terlihat selalu ISTIQOMAH beribadah
~ Salat tepat waktu
~ Senang berjama’ah di masjid
~ Bagus bacaan Al-Qur’annya
~ Wajahnya yang nyaman di tatap karna terbiasa “DAWAAMUL WUDHU” menjaga wudhu
~ Rendah hati, Perhatian dan Dermawan
~ Berbicaranya santun dengan KALIMAT PILIHAN
~ Tidak menatap bukan MAHRAMNYA
~ Terbiasa menunduk saat berbicara
~ Rapih, Bersih dan Wangi, punya Kharisma
~ “WARO” sangat taat
~ Dan tidak akan menyentuh WANITA kecuali setelah HALAL !!

Insya Allaah para ikhwan bagian dari ini,.,

Ciri-Ciri Khusus :

Lelaki soleh menurut Abu Mohd Jibril Abdul Rahman sesuai dengan yang dimaksudkan di dalam Al Qur’an dan Al Hadis.

1. Sentiasa taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala dan Rasullulah Shallallahu `Alaihi Wasallam
2. Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hidupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’aala
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Akhirat manjadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah Subhanahu Wa Ta’aala dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Sholat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala
12. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahasiaan.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala
17. kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Selain daripada ciri-ciri diatas, orang orang yang soleh juga merupakan insan insan yang senantiasa mendapat ujian dan cobaan daripada Allah swt. Para nabi nabi dan orang orang yang mulia Mereka menghadapi segala ujian tersebut dengan hati yang tabah dan tetap teguh dalam keimanan serta pendirian. Mereka tidak mudah menyerah kalah dari keganasan dan tekanan musuh.

Tugas tugas dan kewajiban Lelaki Soleh :
1. Mencari nafkah ( belanja hidup)
2. Berjihad Fisabilillah.
3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.
4. Memimpin, mendidik dan berlaku adil terhadap isteri.

Berdasarkan kriteria di atas maka jelaslah bahwa suami yang sholeh tidak dapat memberikan sebagian besar dari kehendak duniawi isteri. Isteri tidak perlu mengeluh sebaliknya bersyukur karena doa untuk mendapat suami yang soleh mungkin sudah dikabulkan Allah. Ingatlah, Isteri-isteri Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam sendiri pernah ditawarkan kesenangan dunia atau akhirat. Maka akhirnya isteri baginda memilih AKHIRAT.

Semoga Bermanfaat utk kita semua terutama untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’aala… Aamiiin Ya Allaah.

Diambil dari:

http://maya.ilearning.me/tips/ciri-ciri-lelaki-sholeh-calon-suami-idaman-wanita/

Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. .
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu .
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku
menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku
padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu

Ya Allah Engkau mengetahui segala isi hati...
.
.
Sumber : @irmasyafitri96
.
.
.
#YMYB #MudaBerdakwah #yangMUDAyangBERDAKWAH
.
_________________
.
.
Jika bermanfaat, jgn lupa TAG Teman atau sahabatnya dan jgn lupa juga tuk bantu sebarkan ya��
.
.
.
By ;
��Twitter : @MudaBerdakwah
��Instagram : @muda_berdakwah
��FB : Muda Berdakwah
��Line@ : @IFE9127U
��Pin : 538e1049
�� Email : mudaberdakwah@yahoo.co.id
✉SMS/WA : 0877-8686-7876
�� www.mudaberdakwah.org

INILAH YANG DILUPAKAN SEBAGIAN WANITA

Keutamaan Wanita.
1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa kesabarannya saat hamil berpahala besar, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan laki-lakinya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh : suaminya, ayahnya, anak lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan menerima pahala yg luar biasa.
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita
.
.
Follow @teladan.rasul .
.
Tag sahabat-sahabatmu ya

Jadilah Seorang Lelaki

Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,
Yang senantiasa haus dengan ilmu,
Yang senantiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senaantiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai kawan dan tidak mempunyai musuh.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapaknya,
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecerdasan,
KAREna sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang senantiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga....

Ig : @telada.rasul

No isbal = yes

15 FAKTA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM


1. Nabi SAW tidak melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepaskan terlebih dahulu.

2. Nabi SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat-sahabatnya.

3. Nabi SAW menoleh dengan seluruh badannya, menunjuk dengan seluruh jarinya.

4. Nabi SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dengan jari telunjuk.

5. Cetusan yang paling buruk dalam percakapan Nabi SAW; "Apa yang terjadi pada orang itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."

6. Harta Nabi SAW yang paling mewah adalah sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.

7. Nabi SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yang kamar-kamarnya dipisahkan oleh batang-batang pohon yang direkat dengan lumpur bercampur kapur.

8. Nabi SAW sendiri yang menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yang putus.

9.Santapan Nabi SAW yang paling mewah, meski jarang dinikmatinya, adalah madu, susu dan lengan kambing.

10. Nabi SAW gagah berani, namun memiliki senyum yang sangat memikat dan malu mempermalukan orang.

11. Nabi SAW menghimpun dalam dirinya 4 tipe manusia secara sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Allah dan seniman.

12. Nabi SAW selalu memilih yang termudah, selama halal, bila berhadapan dengan pilihan.

13. Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sebagai butir salju di oase.

14. Beliau tidak pernah sakit gigi. Beliau bersiwak tak kurang 10 kali sehari.

15. Warna kulit beliau putih kemerah-merahan.

Semoga kita dimudahkan untuk meniru ucap, perbuatan, sifat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam..

Oleh Ustad Yusuf Mansyur

***

�� PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL - MARI KITA ILMUI LALU KITA AMALKAN ��

ULASAN TERKAIT PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL �� http://ayo.dakwah.in/1KcJeXH

PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL
�� http://ayo.dakwah.in/1KcJiXy

Berdakwah @ LINE
�� www.berdakwah.net
�� blog.berdakwah.net
�� radio.berdakwah.net

Anda Bisa

Itulah kata yang dibisikkan ramadhan ke telinga kita sebelum ia berlalu...
Ramadhan telah membuka mata anda
bahwa ANDA BISA berubah...
Bahwa anda punya talent untuk menjadi orang shalih...
Bahwa Anda memiliki berjuta kebaikan...
Dan anda dapat meninggalkan dosa dan maksiat... Puasa anda, tidak merokoknya anda sampai terbenamnya matahari, shalat-shalat anda, tetesan air mata anda, tahajjud dan berbagai catatan prestasi anda selama ramadhan adalah bukti bahwa menjadi sosok yang shalih bukanlah hanya mimpi dan angan, namun harapan yang berada persis di pelupuk mata anda.

Dengan taufiq ALLAH lalu apa yang telah anda lakukan di ramadhan, inilah saatnya meraih mimpi-mimpi indah keshalihan itu!!! Mintalah pertolongan kepada ALLAH, sempurnakan apa yang telah anda rajut dan jangan dicerai beraikan!!! ALLAH berfirman dalam surat An Nahl ayat 92: ‏﴿٩٢﴾ وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكٰثًا ... (92) Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali...

�� Ust. Nuzul Dzikri

Berikut yang dapat kami bagikan dari Gurunda kami Ust. Mohammad Fauzil Adhim

Ajarkan Jihad Sejak Dini
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Toleransi tanpa ketegasan adalah ketidakberdayaan. Sedangkan tanpa ilmu adalah keberingasan. Tanpa berpijak pada prinsip yang kukuh dan jelas semenjak dini, anak-anak akan kehilangan orientasi hidup yang menjadikan dirinya bermakna. Betapa banyak bangsa yang meraih kemajuan fisik luar biasa, tetapi jiwa mereka kering dan hidup mereka hampa. Bukankah Jepang mencapai kemajuan dan kemakmuran luar biasa, tetapi pada saat yang sama, banyak orang mengalami kekosongan makna dalam hidup mereka.

Inikah yang akan kita siapkan untuk anak-anak kita? Ataukah kita siapkan mereka untuk menjadi pewaris bumi yang mampu memakmurkan dengan ilmu-Nya dan meninggikan kalimat Allah di muka bumi dengan iman dan kesungguhan untuk berdakwah? Ataukah tidak dua-duanya. Kalimat Allah tidak tegak, kemakmuran tidak dapat. Padahal ketika kita bicara tentang memakmurkan bumi, maknanya tidaklah sesempit dan sedangkal kemakmuran finansial. Tetapi bukan di sini tempatnya untuk berbincang. Kita bertemu sejenak di ruang ini untuk berbincang tentang apa yang harus kita berikan untuk anak-anak kita, agar tidak meninggalkan di belakang kita generasi lemah yang kita khawatiri keadaannya.

Sungguh, kita perlu ajarkan pada anak-anak kita sikap toleran terhadap mereka yang tidak seiman. Tetapi toleransi tanpa ilmu adalah kelemahan dan rasa rendah diri. Kita merasa menjunjung tinggi toleransi, padahal yang terjadi sesungguhnya adalah meletakkan keyakinan kita kepada Allah di belakang kita. Kita merasa menegakkan toleransi, padahal yang terjadi sesungguhnya menanggalkan pegangan kita pada akidah yang lurus dan iman yang bersih.

Tidak akan pernah lahir toleransi yang bermartabat kecuali apabila kita yakin bahwa hanya agama inilah yang benar. Tidak ada yang lain. Sangat sulit saya membayangkan seseorang mengimani Tuhan, sementara ia tidak merasa benar-benar percaya bahwa yang ia imani benar-benar Tuhan. Padahal tanpa meyakini bahwa agama yang ia peluk adalah yang paling benar, apa pun agama yang ia peluk adalah yang ia yakini, maka sesungguhnya ia bukan sedang bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Bukan. Ia tidak risau dengan apa yang terjadi di sekelilingnya karena ia memang imannya rapuh dan jiwanya gersang.

Jika toleransi kita tegakkan tanpa masing-masing merasa yakin agamanya benar, maka sesungguhnya yang demikian ini adalah jalan menuju tidak adanya keimanan kepada Tuhan. Jika tidak, hanya ada dua kemungkinan; iman kita yang sakit atau kita yang sakit jiwa. Sebab, tidak mungkin jiwa yang sehat meyakini sesuatu sebagai kebenaran dan pada saat yang sama meyakini apa yang ditentangnya sebagai kebenaran juga. Jika sikap beragama yang demikian dianut oleh kebanyakan orang, maka akan kita jumpai masyarakat yang sakit. Ada agama, tetapi tidak memberi pengaruh apa pun bagi kehidupan, cara pandang, kejujuran, kesungguhan kerja, dan seterusnya. Agama berubah menjadi sekadar gaya hidup, atau bahkan sekadar menjadi upacara yang hanya dibutuhkan ketika manusia lahir, kawin, dan mati. Pada tingkat yang lebih parah, agama hanya menjadi upacara pengantar penguburan jenazah.

Jiwa yang sehat serta memiliki kedewasaan beragama akan dapat menghormati keyakinan orang lain. Tidak ada halangan baginya untuk santun terhadap tetangganya yang kafir. Syaratnya, ia sendiri orang beriman yang benar-benar meyakini kebenaran agamanya. Tanpa itu, sesungguhnya yang terjadi bukan toleransi, melainkan sikap tidak peduli pada agama. Dan inilah mimpi buruk bagi peradaban sebuah bangsa. Sebab karakter bangsa hanya akan terbangun dengan kuat apabila memiliki pijakan nilai yang kukuh, hidup, dan jelas.

Maka…

Tak ada pilihan bagi kita dalam mengajarkan toleransi kecuali dengan menanamkan iman yang kuat di dada anak-anak kita semenjak dini. Tidak akan lahir generasi yang kuat bermartabat, dan mampu menghormati orang lain yang tidak seiman kecuali kita besarkan mereka dengan membiasakan berkata yang benar (qaulan sadîda). Bukankah Allah telah mengingatkan kepadamu dalam Surah An-Nisâ’ ayat 9?

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatiri keadaannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah (fal yattaqullâh) dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar (wal-yaqûlû qaulan sadîda)." (Q.s. An-Nisâ` [4]: 9).

Saya tidak memperbincangkan lagi tentang qaulan sadîda pada kesempatan kali ini. Saya kutip ayat ini untuk menegaskan bahwa generasi yang kuat hanya akan lahir apabila kita besarkan di atas pijakan takwa dan berkata dengan perkataan benar (qaulan sadîda). Salah satu makna qaulan sadîda berkata tegas, tidak menutup-nutupi kebenaran. Berpijak pada dua hal inilah akan lahir anak-anak yang kukuh imannya, lembut peranganinya, dan tegas sifatnya. Ia toleran kepada pemeluk agama lain karena seperti itulah contoh yang diberikan oleh NabiShallalâhu ’alaihi wa Sallam Bukan karena kerdilnya jiwa, ciutnya nyali, dan rusaknya iman.

Ia mampu bersikap tegas karena percaya diri yang tinggi, iman yang bersih, dan ilmu yang benar. Bukan karena keberingasan dan kerasnya hati.

Agar anak-anak kita mampu bertoleransi tanpa kehilangan sikap tegas, mereka perlu memiliki keberanian, keyakinan, dan ilmu yang mencukupi. Kita perlu ajarkan kepada mereka bagaimana sikap tegas harus ditegakkan agar kelak mereka dapat melindungi dirinya (hifzh al-nafs),melindungi hartanya (hifzh al-mâl), membela agamanya (hifzh al-dîn),melindungi keturunan (hifzh an-nasb) dan melindungi akal (hifzh al-’aql). Inilah lima tujuan syariah, dan memahami jihad adalah pintu awal untuk menegakkannya.

Kita perlu menanamkan kepada mereka pemahaman tentang jihad secara utuh. Bukan mengajarkan jihad yang benar dan jihad yang salah, sebab tidak ada jihad yang salah. Kalau kemudian ada yang salah memahami jihad sehingga melakukan tindakan yang keliru, maka ini sebenarnya berpangkal pada tidak utuhnya kita memahami jihad. Terlebih ketika hari ini, kita menjumpai banyak sekali istilah yang menggunakan jihad sebelum memahami istilah jihad yang sesungguhnya benar, semakin jauhlah kita dari pemahaman tentang jihad secara utuh.

Hari ini, kita menjumpai ada jihad ekonomi, jihad intelektual, jihad pena dan seribu atau semiliar istilah lain yang menggunakan awalan kata jihad. Jika siapa pun apat menambahkan kata apa saja sesudah kata jihad, maka apakah yang dapat kita ambil dari makna jihad? Tak ada. Karena kita berjalan dengan pikiran kita sendiri-sendiri, bukan dengan petunjuk yang Allah jamin tidak ada keraguan di dalamnya. Pada gilirannya, ini menyebabkan sebagian dari kita menganggap agama tak lagi mencukupi untuk menjawab tantangan zaman dan menyelesaikan persoalan manusia. Padahal pada kitalah kelemahan itu ada. Salah satunya bersumber dari tidak utuhnya pemahaman.

Mengajarkan jihad semenjak dini kepada anak berarti menumbuhkan kepada mereka harga diri dan kepercayaan diri sebagai orang yang beragama. Mereka belajar memiliki rasa tanggung jawab. Pangkalnya sikap al-walâ’ wa al-barâ’ yang kuat, ujung-ujungnya sikap bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap amal shalih. Tidaklah kelak mereka menggerakkan pena–jika ia seorang penulis–kecuali untuk mengabarkan kebenaran dan menebar kebaikan. Pada setiap tetes tinta yang dituangkan dengan hati yang hidup dan misi yang kuat, insya Allah akan lahir kata-kata yang menggerakkan jiwa untuk melakukan kebaikan. Yang demikian ini bukan karena ia melakukan jihad pena, tetapi karena kuatnya al-walâ’ wa al-barâ’ yang disertai besarnyarasa tanggung jawab kepada Allah, menjadikan ia tidak membiarkan tintanya tumpah sia-sia.

Tidaklah ia hadir di dunia kecuali untuk menjadi anugerah bagi alam semesta. Ia memberi rasa tenteram bagi tetangganya, sekalipun kafir, bukan karena jihad kemanusiaan. Bukan. Tetapi, ia hadir memberi manfaat bagi masyarakat sekelilingnya karena agama kita menuntut ia untuk meneladani perilaku Nabi Shallalâhu ’alaihi wa Sallam.

Sewaktu-waktu, ia juga mampu bersikap tegas terhadap orang kafir. Bukan karena benci. Bukan pula karena api permusuhan yang berkobar-kobar tanpa sebab, melainkan karena harus menegakkan kebenaran. Ia datang untuk mengingatkan sambil berharap dapat mengantarkan hidayah. Bukan untuk meluapkan amarah yang membabi buta.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Cinta, Ta'arufmu Salah Langkah


“Yaa Rabb, Cinta yang datang semata-mata karena-Mu, cinta itu juga akan pergi semata-mata karena-Mu, maka berikanlah aku keikhlasan dalam menerima datang dan perginya cinta yang Engkau fitrahkan pada setiap diri manusia. Dan sisi-kan-lah aku dalam penjagaan-Mu siang maupun malam ketika cinta itu datang dan pergi seketika. Hanya kepada-Mu aku berserah diri yaa Rabb….

Assalamu’alaikum Ukhti…”

Bagaimana kabar imanmu hari ini? Semoga hatimu masih dalam tuntunan dan Rahmat-Nya.

Ukht… Jika kamu selalu murung dan menyesali apa yang tengah melandamu saat ini, mungkinkah kamu bisa saja disebut sebagai hamba-Nya yang kurang bersyukur???

Ukhti… engkau adalah gadis belia yang cantik dan manis, keinginanmu untuk menikah adalah atas izinnya, tapi satu hal yang selalu kita lupa ukht… apa yang menjadi Izin-Nya tak berarti menjadi Ridho-Nya. Jangan ukhti… jangan engkau selalu meratapi dan menyesali apa yang telah berlaku dalam hidupmu, Allah punya rencana indah di atas rencana. Apa yang kamu alami sudah menjadi Rencana-Nya, dan di atas Rencana-Nya, Allah mempunyai Rencana lain untukmu ukhti. Sadarilah bahwa Allah Subhaanahu wa ta’ala adalah sebaik-baiknya Dzat Perencana.

“Dan berencanalah kalian, Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana.” (Ali Imran: 54)

Cinta memang terkadang membuat kita lupa akan Kebesaran-Nya, taukah kau ukhti…
Cinta yang Hakiki adalah cinta karena-Nya, jika cinta dalam hatimu datang semata-mata karena-Nya, engkau pun harus ikhlas meninggalkan cinta semata-mata karena-Nya. Cinta yang suci itu cinta yang tak pernah tersentuh oleh “cinta” sebelum cinta itu menjadi kehalalan bagi penikmatnya, sekalipun cinta itu hanya ada dalam kata-kata.

Bisa jadi apa yang engkau alami saat ini adalah sebuah teguran sebagai bentuk rasa Cinta-Nya terhadapmu Ukhti. Mungkin selama ini engkau lupa bahwa apa yang kau jalani bersama seseorang yang engkau kagumi bukanlah sebuah tindakan yang di-Ridhai-Nya. Dan Allah sedang memberikan Petunjuk-Nya kepadamu… “Maka Allah menyesatkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki… (QS. Ibrahim: 4)

Ukhti mungkin engkau akan bertanya-tanya atas ujian yang melanda hatimu saat ini. Kenapa engkau diuji?? Allah telah menjawab dalam Al-Qur’an ukht:  “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang yang benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” – (QS. Al-Ankabut ayat 2-3)

Dan jika engkau bertanya: Mengapa aku tak dapat apa yang aku idam-idamkan?

Allah juga telah menjawab dalam Al-Qur’an: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – (QS Al-Baqarah ayat 216)

Sungguh Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya. Bersyukurlah ukhti, karena itu kunci pembuka Rahmat-Nya, Allah sedang mengetuk hatimu, lihatlah bagaimana Allah sangat mencintaimu ukht, Allah sedang memanggilmu untuk segera kembali ke jalan yang di-Ridhai-Nya.

Ukhti… sungguh aku mencintaimu karena Allah…

Aku menorehkan pesan ini kepadamu karena Allah

Aku melihat keberadaanmu karena Allah…

Dan kita dipertemukan karena Allah, Insya Allah…

“Wassalamu’alaiki yaa Ukhti”

 

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2012/02/27/19002/cinta-taaruf-mu-salah-langkah/#axzz3cZNHtNfE

Mampukah Aku Ber-Sunnah

Gambar: www.arrahmah.com
Ketika saya mengikuti sebuah seminar beberapa hari yang lalu, ada sebuah pernyataan dari seorang narasumber, ia mengatakan bahwa kemunduran Islam salah satu sebabnya adalah ummat islam banyak meninggalkan sunnah. Mendengar hal itu saya langsung tersentak, introspeksi diri, sudahkah saya melakukan apa yang nabi ajarkan, nabi lakukan maupun katakan. Ternyata banyak sekali sunnah yang nabi ajarkan dan saya tinggalkan. padahal, Rasulullah SAW pernah bersabda,

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad 2/381. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih)

Rasulullah adalah utusan Allah yang mana Akhlak dan setiap perbuatannya pasti baik dan menimbulkan kebaikan. Namun saya sering meremehkannya karena nafsu saya, karena kesombongan saya. Misalnya saja ada hadist yang menyebutkan

من جر ثوبه خيلاء ، لم ينظر الله إليه يوم القيامة . فقال أبو بكر : إن أحد شقي ثوبي يسترخي ، إلا أن أتعاهد ذلك منه ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنك لن تصنع ذلك خيلاء . قال موسى : فقلت لسالم : أذكر عبد الله : من جر إزاره ؟ قال : لم أسمعه ذكر إلا ثوبه
Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata:

What Do You Think?

Sudah berapa ya umur gue. Gue baru tau ternyata mendengarkan dan memainkan musik itu ada hukumnya. Ada yang bilang mubah, makruh sampai haram. Sudah beberapa hari ini gue dilema sama masalah ini. Musik yang sudah menjadi bagian hidup gue harus gue tinggalin. Bukan hanya kesenangan, tapi sudah seperti pengisi hidup gue.
Dan pada akhirnya, gue berjuang menjalani hari-hari tanpa musik, bisa juga, dan gue putusin, untuk selanjutnya gue akan tinggalin musik untuk selama-lamanya, terlepas itu boleh, makruh atau mubah. Karena gue yakin, jika rasulullah ada di sini, pasti rasulullah akan menyarankan hidup tanpa musik. Dan gue sebagai seorang muslim yang takut sama dosa memegang prinsip kehati-hatian. buat kalian, terserah aja. Bismillahirrohmanirrohim... do'ain yeee..

oh iya ini ada  vidio yang mungkin temen2 bisa tonton dan jadi pertimbangan


Teruntuk Waktu yang Tak Tau Sampai Kapan Lamanya




Aku selalu gundah di dalam hatiku setiap bersamamu. Di dalam hatiku berkata bahwa ini tidaklah benar. Namun kegemberiaan dan kebahagiaan bersama orang yang aku cintai telah menutup semua perasaan gelisah itu. Aku selalu berdalih bahwa ini hanyalah pertemanan biasa yang tidak akan membuat kita terjerumus ke dalam perbuatan yang Allah benci.
Aku berdo’a kepada Allah untuk dijauhkan dari perbuatan dosa, namun beberapa saat kemudian aku berbuat dosa dengan berdua-duaan denganmu, melihatmu yang bukan mahramku. Kebahagiaan itu membuatku terlena, aku tidak dapat mengakhirinya. Sungguh hampir-hampir cinta yang suci menjerumuskanku ke dalam nafsu syaiton.
Kita pernah memutuskan untuk berpisah, memutuskan hubungan yang kita sebut “pacaran” menjadi teman biasa. Namun, cinta tidak bisa berbohong. Cinta yang kita miliki terus saja menumbuhkan bunga-bunga rindu.