| Gambar: www.arrahmah.com |
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad 2/381. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih)Rasulullah adalah utusan Allah yang mana Akhlak dan setiap perbuatannya pasti baik dan menimbulkan kebaikan. Namun saya sering meremehkannya karena nafsu saya, karena kesombongan saya. Misalnya saja ada hadist yang menyebutkan
من جر ثوبه خيلاء ، لم
ينظر الله إليه يوم القيامة . فقال أبو بكر : إن أحد شقي ثوبي يسترخي ، إلا
أن أتعاهد ذلك منه ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنك لن تصنع ذلك
خيلاء . قال موسى : فقلت لسالم : أذكر عبد الله : من جر إزاره ؟ قال : لم
أسمعه ذكر إلا ثوبه
“Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan
dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’.Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’. ”. (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)
Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)Dari hadist ini sebagian ulama mengatakan bahwa haram ber'isbal' atau menjulurkan pakaianya sampai menutupi mata kaki jika di sertai rasa sombong.
Padahal kita sebagai seorang muslim yang beriman harusnya takut dengan dosa, dan jika takut, tentulah larangan nabi itu akan kita ikuti, baik itu sunnah apalagi wajib bukan karena nafsu kita dan mencari-cari alasan. Untuk masalah isbal ini, banyak sekali hadist2 yang membahasnya, silahkan kawan2 kaji dengan ulama yang kompeten.
Walaupun terasa telat baru menyadarinya sekarang, tapi syukur Alhamdulillah saya masih diberi hidayah dari Allah.
Banyak hal-hal yang dianggap kecil seperti ini yang diremehkan umat, ntah tidak tau, tidak peduli atau memang sengaja melanggarnya karena nafsu. Untuk masalah isbal ini, bukanlah masalah kecil, karena hukumannya adalah neraka, Naudzubillah..
Namun, karena ini masalah fiqih khilafiyah yang artinya tidak semua ulama menyepakatinya, jadi sah-sah saja mengikuti pendapat ulama yang mana, namun yang harus digaris bawahi adalah jangan sampai kita mengikuti suatu pendapat karena nafsu atau kesenangan dan keinginan hati kita saja, namun karena memang kita meyakininya.
Sunnah Nabi memang berat diikuti, karena banyak faktor.. lingkungan (keluarga, teman), tuntutan zaman (kebarat-baratan) dan lain sebagainya. Namun jika kita telah mencintai Rasulullah SAW, apapun halangannya insyaallah kita akan teguh pada pendirian kita. Tidak perlu takut selama itu benar, meskipun sendiri, karena ketika dikubur nanti toh juga kita sendiri, dihisab juga sendiri. Banggalah menjadi muslim sejati yang cinta kepada hukum Al-Qur'an dan As-Sunnah, Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Karena dengan rasa cinta, kita akan melakukan apapun untuknya. Akan ikhlas.
Saya juga miris kadang ada ulama yang duduk dimimbar berceramah, niatnya mau ngejek suatu golongan namun kelewat batas malah mengejek sunnah, misalnya kata-kata,"baru juga jenggot tebal kaya kambing, celana cingkrang sudah berani membid'ah2kan orang lain". Masyaallah, bagaimana dampaknya kepada ummat, bukannya cinta kepada sunnah malah menganggap sunnah itu sesuatu yang buruk dan kuno. Naudzubillah.
Mudah-mudahan Allah meridhoi dan memudahkan jalan hijrah ini. Saya sengaja menulis semua ini, agar saya mantap dengan apa yang akan saya lakukan kedepan dan juga share kepada kawan-kawan semua mudah-mudahan juga pintu hatinya bisa terbuka untuk sedikit demi sedikit mengikuti sunnah.. Amiin
daftar bacaan:
- http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/syubhat-seputar-larangan-isbal.html
- Al-Qur'an
- http://beritaislamimasakini.com/masalah-khilafiyah-bagaimana-harus-bersikap.htm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar