Tundukkan Pandangan


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
هذا أمر من الله تعالى لعباده المؤمنين أن يغضوا من أبصارهم عما حرم عليهم، فلا ينظروا إلا إلى ما أباح لهم النظر إليه ، وأن يغضوا أبصارهم عن المحارم
Ini adalah perintah dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang beriman untuk menjaga (menahan) pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan atas mereka. Maka janganlah memandang kecuali memandang kepada hal-hal yang diperbolehkan untuk dipandang. Dan tahanlah pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/41)
Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zina mata pertama kali, karena inilah dasar dari zina tangan, kaki, hati, dan kemaluan. Kemaluan akan tampil sebagai pembukti dari semua zina itu jika akhirnya benar-benar berzina, atau mendustakannya jika tidak berzina. Oleh karena itu, marilah kita menundukkan pandangan kita. Karena jika mengumbarnya, berarti kita telah membuka berbagai pintu kerusakan yang besar.

Minggu-minggu pertama nge"Ners"

Halo semuanya. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman di minggu-minggu pertama saya nge-Ners. alhamdulillah setelah saya lulus dengan predikat yang cukup memuaskan menjadi sarjana keperawatan, saya harus lanjut ke program ners atau profesi. Lo gak akan dibilang perawat kalo gak ikut ners.. ya begitulah regulasi mengaturnya. but gak masalah, bagi saya ini adalah proses yang harus dijalani, gak usah diambil pusinglah.

stase awal yang harus saya masuki yaitu stase KDP (Keperawatan Dasar Profesi), kata CI (Clinical Instructure) saya saat pertama kali responsif sih stase main-main, so saya pun santai dalam menghadapinya.

Kebetulan saya dinas di Rumah Sakit Dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin selama 4 minggu di ruang saraf dan paru. selama 4 minggu itu banyak sekali kegiatan yang harus kami lakukan, mulai dari BST (Bed Site Teaching), DOPS (Sejenis osce tapi dengan pasien), Penkes, ADL, Presentasi jurnal, tutorial klinik, mengelola pasien (LP, ASKEP), dan long case atau ujian stase. Semuanya ada waktu dead line nya masing-masing. Dan semuanya dengan jenis dokumentasinya masing-masing. meskipun main-main, tapi semua tugas itu harus dikerjakan dengan serius,, hehehe

hari pertama dinas, kami semua dinas pagi di ruang Rubi kelas 3 (saraf). tidak ada yang kami lakukan di hari pertama (hal penting yang dapat dilakukan). Saya hanya melihat kaka-kaka perawat yang sibuk dengan kegiatan mereka di nurse station. bagi kalian yang perawat mungkin faham dengan saya. saya perhatikan, perawat lebih banyak disibukkan dengan dokumentasi keperawatan ketimbang memberikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan pasien. wahh gini ya..

"ding" "ding" "ding"

kata-kata itu mulai bersahutan di ruangan. kami mulai bertebaran melakukan TTV ke semua pasien. setelah itu, pekerjaan lainpun mengikuti, ganti infus, memperbaiki infus macet, observasi pasien gawat, dll. Untung ada temen-temen dari institusi lain yang juga dinas di ruangan yang sama. kebetulan mereka dari STIKES Suaka Insan dan sudah memasuki stase KMB. lumayan bisa tanya-tanya mereka. Kadang, cara-cara melakukan tindakan disetiap ruangan berbeda, dan kadang berbeda pula dengan teori di kampus, so kami harus beradaptasi dengan ruangan.

Hal itu biasa dilakukan. Meskipun banyak sekali tantangan dan sandungan tapi kami satu kelompok dapat menyelesaikannya.

Dahulukan Hak Suami

“Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).
.
Ketika menjelaskan hadits di atas penulis Tuhfatul Ahwadzi mengatakan, “Demikian itu dikarenakan banyaknya hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri dan tidak mampunya istri untuk berterima kasih kepada suaminya. Dalam hadits ini terdapat ungkapan yang sangat hiperbola menunjukkan wajibnya istri untuk menunaikan hak suaminya karena tidak diperbolehkan bersujud kepada selain Allah”.
.
Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.
.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).
.
Di halaman yang lain beliau mengatakan,
“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).
.
[Konsultasi dari Majalah Swara Qur’an] .
Ust. Muhammad Abduh Tuasikal
.
sumber: ustadariz.com .

Silahkan LIKE & SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Semangat menjadi lebih baik ya sahabat

Kajian Ustadz M. Hafiz Ansyari. Lc. Masjid Ustman Bin Affan. Arbain Nawawi. 21 Agustus 2017


------------------------------------------------------------------------
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Makna Hadist Innamal a'malu binniat: dari perkataan ulama.
1. Al-Bukhori Ra: tidaklah dihadist2 nabi 1 hadist yang mengumpulkan faedah lebih dari hadist ini.
2. imam An-Nawawi: hadist ini adalah hadist yg disepakati keshohihannya, dan hadist yang disepakati keagungannya karena islam berputar sekitar itu.
3. Ibnu Hajar: mutawattir penukilan para imam tntg agungnya hadist ini.
4. Imam syafii & imam Ahmad, abu daud dll:  hadist ini adalah sepertiga islam. Imam Baihaqi mengatakan tentang sepertiga islam ini dikarenakan
✅  perbuatan hamba hatinya didalam niat, perkataan dan perbuatan badan.  namun Niat yang paling utama.  kenapa niat ini lebih utama, dikarenaka  amal perbuatan dan perkataan mengikuti niat.
✅ Selain itu kenapa niat lebih utama, karena niat dapat mengubah suatu amalan dapat membuat berlipat ganda karena niatnya, misalnya didalam masjid mempunyai niat amal menunggu sholat, berilmu, itiqaf, memakmuran masjid, meninggalkan sholat dll, maka pahalanya banyak.
✅ Dikarenakan hamba yang beramal misalnya, yang mampu melakukannya dan dapat pahala, hamba yang kedua tidak mampu namun niat melakukannya, maka sama2 mendapatkan pahala.
5. Bab niat selalu menjadi pembuka dalam2 kitab. Imam Nawawi: niat di dalam pwmbuka kitab untuk meluruskan niat.
6. Nabi membuka khutbah nya dengan hadist innamal amalu binniat.
7. Sebagian ulama karena pentingnya niat ini mengarang kitab tentang  khususnya niat, contohnya syakhul islam Ibnu Tamiyah.

📌  Pembagian hubungan amal dengan niat
✏ amalan kebaikan diringi dengan niat yang baik. Maka mendapat pahala yang besar.
✏ amalan buruk diringi dengan niat yang buruk. maka ini diancam dg neraka.
✏ amalnya baik, tapi niatnya buruk.  misalnya sholat, tapi niatnya buruk. maka diancam dengan siksaan.
✏ amalan buruk dg niat yang baik.  misalnya mencuri, tapi niatnya untuk bersedekah. Maka ini buruk dan diancam dengan siksaan.
✏ amal baik tapi tidak ada niat atau tidak memahami masalah niat. Contohnya, anak kecil sholat dan tanpa niat.  maka ia tidak dapat pahala dan tidak ada siksaan.
✏ amalan buruk tetapi tidak ada niat dengan keburukan itu dan tidak mengerti keburukan trsebut. Misalnya: anak kecil yang berdusta tanpa tahu tentang dustanya (ketidaksengajaan), maka tidak ada dosa baginya.
✏ amalan ini mubah (kebiasaan) namun dengan niat baik, maka statusnya mendapatkan pahala.  misalnya minum diniatkan spya ibadahnya lebih khuyuk.
✏ pekerjaan mubah dengan niat yang buruk.  misalnya berpakaian bagus, tapi dengan niat sombong, maka mendapatkan pahala.
✏ amalan mubah, dan tidak ada niat di sana.  maka tidak pahala dan tidak ada dosa. Namun di hari kiamat hal tersebut akan ditanya oleh Allah SWT.
✏ niat yang baik namun tidak diikuti dengan mengamalkannya.  misalnya niat menyumbang, namun ada keperluan lain dan tidak jadi menyumbang.  maka statusnya mendapatkan pahala.  hadist bukhori barangsiapa melakukan niat kebaiakn dan tidak melaksanakan maka Allah catat sebagai 1 kebaikan.
✏ niat yang buruk namun tidak diikuti dengan perbuatannya/tidak jadi.   maka statusnya hamba tadi tidak ada dosa, bahkan mendapat pahala (dengan syarat tidak jadi itu karena takut kpd Allah).

❌ RIA
dari bahasa artinya ingin dilihat.
✒  Amalan itu dari awal ia ria, maka menurut pengarang ini adalah suatu perbuatan orang munafik.
✒ Amalnya itu ikhlas kepada Allah tapi diserta ria dari awal sampai akhir.  misalnya sholat tapi ingin dilihat calon mertua. Maka statusnya batalnya amalan ibadah tersebut dan tidak ada berpahala.
✒ Dia beramal kepada Allah SWT, namun datang RIA di pertengan ibadahnya.  maka status ibadahnya menurut pengarang, maka menurut pendapat yang kuat seluruh amalan itu gugur pahalanya.
✒ RIA ini datangnya setelah selesai ibadah tersebut.  maka statusnya menurut pengarang ria ini tidak membatalkan pahala amalan yang sudah dilakukan.

*Surat Move On Dariku*

Aku tak ingin bertele-tela dalam rasa, atau terlalu berlama-lama akan selidik hati.

Ku jelaskan padamu, biarlah hati ini lepas. Hati yang sekian lama kau kungkung, berharap takdir akan merestui.

Jika kau bertanya apakah aku telah menyerah.

Iyaa, aku bahkan telah berhenti jauh-jauh hari.
Aku telah membebaskan hatimu kemarin lalu, saat dimana diriku belum melepaskanmu secarah utuh.

Kini kita merdeka, merdeka dari kotornya hati yang sekian lama berinteraksi tanpa ikatan pasti.

Sekarang.
Tak usah mencari tahu tentangku, aku baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja.

Justru denganmu lah aku dalam bahaya, dirimupun dalam bahaya. Karena jalinan tanpa ikatan sah adalah marabahaya.

Jangan mengkhawatirkanku,
Sebab tiada ketakutan lagi dalam hatiku.

Kau tahu pengharapan ini bukan lagi untukmu, kuhabiskan sisa harapanku hanya kepada Rabb-ku yang menjadi penentu arah hidupku.

Tak perlu merindukanku, kisah kemarin cukup menjadi pembanding diri yang sekarang, dan harapannya tak akan lagi terulang.

Kau pun tak perlu bersedih, saat ada pertemuan tanpa perbincangan, cukuplah pandangan mata yang bertegursapa tanpa kelanjutan.

Selebihnya berpalinglah, bukannya apa. Aku hanya takut kisah lama yang telah aku akhiri ini menjadi beban baru di hati.
Kau tahu bukan, manusia susah dimengerti dan mudah terbolak-balik hatinya.

Sebab dirikupun masih dalam proses.

Ketahuilah, jodoh itu selalu mudah, tidak susah apalagi serumit cinta-cinta yang ada.

Yuk kita memantaskan diri, agar jodohpun datang diwaktu yang pas. Jika bukan diriku maka bersyukurlah, dan jika memang jodoh itu diriku maka bersyukur alhamdulillah lah.

Sebab apapun yang nanti ditetapkan, itu bukanlah sebuah pengakhiran.

Untuk itu, kelak.

Marilah kita tetap tersenyum, entah di pertemukan dalam atap yang sama atau hanya sekedar dipertemukan tanpa sapa.

Dan ringankanlah hatimu, karena akupun telah meringankan langkah hijrahku.😊 #semogabermanfaat #moveon
.

Dariku @fauziyahsyam_

Repoat Tausyiahcinta

Ringkasan Kajian Panduan Nikah A-Z

Ringkasan Kajian Panduan Nikah A-Z
Ust.  Muclis Birridha. Masjid Baitul Hikmah Komplek Unlam. 13 Agustus 2017.

Laki-laki dan perempuan memiliki karakter yang berbeda, sehingga saat menikah harus dapat saling memahami, karena pasti ada perbedaan.

Niat yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik, saling memahami.

Laki2 harus pintar2 mendengarkan  curhatan istri dan mengomentari. Wanita sangat sensitif, sehingga terkadang bisa membuat salah faham.

Ada suami yang sangat jahat namun istrinya sangat sabar, hubungan ini langgeng sampai akhir hayat.
Ada istri yang sangat jahat namun suaminya sangat sabar, hubungan ini langgeng sampai akhir hayat.
Namun ada suaminya baik, istrinya baik tetapi berakhir dengan perceraian..  hal ini dikarenakan kurangnya saling pengertian. 

Maka penting menjalin hubungan dengan saling pengertian sehingga kehidupan pernikahan dapat langgeng sampai akhir hayat.

Hak2 istri:
12. istri tidak suka dipukul seperti hamba sahaya.

Hadis mengenai hal ini salah satunya diriwayatkan oleh al-Bukhari di mana Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: Dari „Abdullah ibn Zam‟ah dari Nabi saw. bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian memukul isterinya sebagaimana ia memukul budaknya kemudian menggaulinya di malam hari. �

13. Hendaklah ada kesetiaan pada istri, meskipun istrinya telah tiada/meninggal.
Rasulullah sangat mencintai Hadijah, dan sering menyebut2 kebaikan khadijah. Seperti disebutkan  pada hadist berikut

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَكَرَ خَدِيجَةَ أَثْنَى عَلَيْهَا فَأَحْسَنَ الثَّنَاءَ قَالَتْ فَغِرْتُ يَوْمًا فَقُلْتُ مَا أَكْثَرَ مَا تَذْكُرُهَا حَمْرَاءَ الشِّدْقِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا خَيْرًا مِنْهَا قَالَ مَا أَبْدَلَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

“Ketika Rasulullah menyebut-nyebut kebaikan Khadijah, timbullah kecemburuan di hati Aisyah. Aisyah menceritakan, “Apabila Nabi Shallallahu’alaihiwasallam mengingat Khodijah, beliau selalu memujinya dengan pujian yang bagus. Maka pada suatu hari saya merasa cemburu hingga saya berkata kepada beliau; ‘Alangkah sering engkau mengingat wanita yang ujung bibirnya telah memerah, padahal Allah telah menggantikan untuk engkau yang lebih baik darinya. Serta merta Rasulullah bersabda: “Allah AzzaWaJalla tidak pernah mengganti untukku yang lebih baik darinya, dia adalah wanita yang beriman kepadaku di saat manusia kafir kepadaku, dan ia membenarkanku di saat manusia mendustakan diriku, dan ia juga menopangku dengan hartanya di saat manusia menutup diri mereka dariku, dan Allah AzzaWaJalla telah mengaruniakan anak kepadaku dengannya ketika Allah tidak mengaruniakan anak kepadaku dengan istri-istri yang lain.” (HR. Ahmad)

14. Seorang suami haruslah pengertian pada istrinya. Beberapa
Wanita 1: suamiku seperti unta kurus yang berada di puncak gunung.   (laki2 yang sulit bergairah, dan ketika bergairah kurang memuaskan)
Wanita 2: suami yg banyak aib
Wanita 3: suami yg egonya tinggi
Wanita 4: seperti malam yang tenang (suami yanh baik)
Wanita 5: jika masuk seperti macam, jika keluar seperti singa. 
Wanita 6: suamiku sangat rakus, jika tidur jauh dari istri. tidak peduli.
Wanita 7: suamiku sangat dungu, tidak mampu berjima, sering menyakiti istrinya.

Bersambung....

Awal bersama HIMA Keperawatan

Saya sekarang telah berada di bangku kuliah. Tentu sangat berbeda dengan suasana pada masa-masa sekolah. Kuliah akan lebih dekat dengan kehidupan yang sebenarnya ketimbang ketika masih berada di sekolah yang notabane­-nya masih suka sama kehidupan remaja, bermain dan bersenang-senang. Ketika kuliah, kita harus mempersiapkan diri saat kelak kita terjun ke masyarakat. Kematangan sangat ditentukan ketika sekarang, di bangku kuliah. Keterampilan keperawatan dan kemampuan softskill tentu sangat dibutuhkan dalam menunjang kematangan kita.

Softskill yang di maksud adalah kemampuan emosional, kemampuan interpersonal, kemampuan komunikasi, kemampuan leadership, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Kemampuan-kemampuan ini tentu tidak serta merta kita dapatkan dari bangku kuliah. Hmmm, coba apa mata kuliahnya? Okeyy komunikasi terapeutik. Tapi kemampuan komunikasi yang dimaksud bukan komunikasi semacam itu. Melainkan kemampuan kita dalam membangun kedekatan dan saling pengertian melalui bahasa yang kita gunakan.

Dalam organisasi semisal HIMA Keperawatan, akan mungkin terjadi banyak konflik, baik internal maupun eksternal. Untuk menyelesaikan masalah atau konflik tersebut tentu kita akan membangun kedekatan dan saling pengertian, nahh komunikasi yang kita gunakan akan terus terlatih dengan konflik-konflik yang bermacam-macam dengan karakteristik orang yang berbeda-beda. Semua konflik itu juga akan memperkuat kontrol emosi kita.

Komunikasi yang kita bangun juga bisa memunculkan motivasi kepada orang lain. Seorang leader sangat membutuhkan apa yang disebut dengan kemampuan komunikasi motivasi. Yes, leader adalah motivator. Motivasi yang menimbulkan aksi menunjukan anda memiliki pengaruh dalam organisasi. Dan bukan leader namanya jika anda tidak memiliki pengaruh.

Ini poinnya, organisasi akan membentuk kita menjadi seorang leader. Dan mau tidak mau, manusia haruslah menjadi seorang leader. Bukankah kita diutus ke muka bumi untuk menjadi seorang khalifah.


Yes, kamu seorang perawat, kamu diproyeksikan menjadi seorang leader. Dan kamu bisa besar di sini. Di HIMA KEPERAWATAN.

An-Nisaa : 34

Surat An-Nisaa: 34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Wanita-wanita harus menjaga dirinya dari laki-laki yang tidak disukai oleh suaminya bahkan laki-laki itu adalah sepupu sang istri sendiri. Apalagi orang lain yang bukan siapa-siapanya.
Para suamipun demikian... 

Sebuah Kisah

Ini adalah sebuah kisah..

Pada suatu siang, saya duduk-duduk di depan kelas kampus saya. di sana ada seorang teman saya. kami mulai berbincang-bincang hingga pada suatu topik.

Y : akh, kenapa ya Allah menciptakan remaja dengan cobaan yang begitu dahsyatnya?
X : cobaan gimana maksudnya?
Y : ya cobaan ini akhh.. banyak bener nih cewek, kadang susah nahannya?
x : busyet dahh, inget akh inget. karena Allah memang menciptakan manusia supaya taat kepadanya. kaya surah Adz-Dzariyaat ayat 56 “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” gitu akh..
Y : bukannya maksud riya ya akh, padahal ana sudah puasa lo akh dari puasa nabi daud sampe puasa senin kemis, kan Rasulullah pernah bersapada “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” teteep aja masih suka tergoda.
X : nahh akhh, kayanya ada yang salah sama akhi nihh
Y : salah apa ana??
X : puasa sudah, puasanya gimana? ikhlas nggaak??
Y : niatnya sihh biar gak tergoda akh, n deket sama Allah..
X : lahh tuh bener udah
Y : makanyaaa, kenapa ya akh, susah banget
X : emmmmm, antum sudah menundukkan padangan belum??
Y : nahhh itu masalahnya?!@#$%
X : ..................pantesaaan..dalam An-Nur:30 ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” gitu akh, antum bener udah puasa, tapi gak bisa jaga pandangan mahh sama ajaa.. biar antum udah nikah juga, kalau gak bisa jaga pandangan yaa susah akh nahan syahwat.
Y : ohh gitu yaa, okedeh sami'na waato'na..

sebulan kemudian.....
Y : Assalamualaikum akh..
X : Wa'alaikumussalah akhy.. gmn kabarnya?
Y : Alhamdulillah akh, berkat pencerahan kemaren ana lebih tenang dalam ibadah n lebih khusuk..
X : Alhamdulillahh.. istiqomah ya akhh
Y : Inyaallah..



-Z