Kajian Ustadz M. Hafiz Ansyari. Lc. Masjid Ustman Bin Affan. Arbain Nawawi. 21 Agustus 2017


------------------------------------------------------------------------
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Makna Hadist Innamal a'malu binniat: dari perkataan ulama.
1. Al-Bukhori Ra: tidaklah dihadist2 nabi 1 hadist yang mengumpulkan faedah lebih dari hadist ini.
2. imam An-Nawawi: hadist ini adalah hadist yg disepakati keshohihannya, dan hadist yang disepakati keagungannya karena islam berputar sekitar itu.
3. Ibnu Hajar: mutawattir penukilan para imam tntg agungnya hadist ini.
4. Imam syafii & imam Ahmad, abu daud dll:  hadist ini adalah sepertiga islam. Imam Baihaqi mengatakan tentang sepertiga islam ini dikarenakan
✅  perbuatan hamba hatinya didalam niat, perkataan dan perbuatan badan.  namun Niat yang paling utama.  kenapa niat ini lebih utama, dikarenaka  amal perbuatan dan perkataan mengikuti niat.
✅ Selain itu kenapa niat lebih utama, karena niat dapat mengubah suatu amalan dapat membuat berlipat ganda karena niatnya, misalnya didalam masjid mempunyai niat amal menunggu sholat, berilmu, itiqaf, memakmuran masjid, meninggalkan sholat dll, maka pahalanya banyak.
✅ Dikarenakan hamba yang beramal misalnya, yang mampu melakukannya dan dapat pahala, hamba yang kedua tidak mampu namun niat melakukannya, maka sama2 mendapatkan pahala.
5. Bab niat selalu menjadi pembuka dalam2 kitab. Imam Nawawi: niat di dalam pwmbuka kitab untuk meluruskan niat.
6. Nabi membuka khutbah nya dengan hadist innamal amalu binniat.
7. Sebagian ulama karena pentingnya niat ini mengarang kitab tentang  khususnya niat, contohnya syakhul islam Ibnu Tamiyah.

📌  Pembagian hubungan amal dengan niat
✏ amalan kebaikan diringi dengan niat yang baik. Maka mendapat pahala yang besar.
✏ amalan buruk diringi dengan niat yang buruk. maka ini diancam dg neraka.
✏ amalnya baik, tapi niatnya buruk.  misalnya sholat, tapi niatnya buruk. maka diancam dengan siksaan.
✏ amalan buruk dg niat yang baik.  misalnya mencuri, tapi niatnya untuk bersedekah. Maka ini buruk dan diancam dengan siksaan.
✏ amal baik tapi tidak ada niat atau tidak memahami masalah niat. Contohnya, anak kecil sholat dan tanpa niat.  maka ia tidak dapat pahala dan tidak ada siksaan.
✏ amalan buruk tetapi tidak ada niat dengan keburukan itu dan tidak mengerti keburukan trsebut. Misalnya: anak kecil yang berdusta tanpa tahu tentang dustanya (ketidaksengajaan), maka tidak ada dosa baginya.
✏ amalan ini mubah (kebiasaan) namun dengan niat baik, maka statusnya mendapatkan pahala.  misalnya minum diniatkan spya ibadahnya lebih khuyuk.
✏ pekerjaan mubah dengan niat yang buruk.  misalnya berpakaian bagus, tapi dengan niat sombong, maka mendapatkan pahala.
✏ amalan mubah, dan tidak ada niat di sana.  maka tidak pahala dan tidak ada dosa. Namun di hari kiamat hal tersebut akan ditanya oleh Allah SWT.
✏ niat yang baik namun tidak diikuti dengan mengamalkannya.  misalnya niat menyumbang, namun ada keperluan lain dan tidak jadi menyumbang.  maka statusnya mendapatkan pahala.  hadist bukhori barangsiapa melakukan niat kebaiakn dan tidak melaksanakan maka Allah catat sebagai 1 kebaikan.
✏ niat yang buruk namun tidak diikuti dengan perbuatannya/tidak jadi.   maka statusnya hamba tadi tidak ada dosa, bahkan mendapat pahala (dengan syarat tidak jadi itu karena takut kpd Allah).

❌ RIA
dari bahasa artinya ingin dilihat.
✒  Amalan itu dari awal ia ria, maka menurut pengarang ini adalah suatu perbuatan orang munafik.
✒ Amalnya itu ikhlas kepada Allah tapi diserta ria dari awal sampai akhir.  misalnya sholat tapi ingin dilihat calon mertua. Maka statusnya batalnya amalan ibadah tersebut dan tidak ada berpahala.
✒ Dia beramal kepada Allah SWT, namun datang RIA di pertengan ibadahnya.  maka status ibadahnya menurut pengarang, maka menurut pendapat yang kuat seluruh amalan itu gugur pahalanya.
✒ RIA ini datangnya setelah selesai ibadah tersebut.  maka statusnya menurut pengarang ria ini tidak membatalkan pahala amalan yang sudah dilakukan.

0 komentar:

Posting Komentar