Problem

Masalah tercipta dari ketidaksesuaian terhadap keinginan. Banyak manusia bertanya, kenapa tidak merubah keingan agar masalah tidak terjadi. Masalah hilang. Namun, itulah mengapa manusia menjadi manusia, karena ia memiliki keinginan. Manusia diciptakan tuhan secara naluriah dengan sejuta keinginan. Hati manusia selalu rakus akan segalanya. Keinginan yang tidak tercapai dan tidak susuai dengan kenyataan akan dianggap masalah. Masalah harus dihadapi, harus dijalani. Sebenarnya masa depan tidak perlu ditakuti, masa depan untuk dijalani sedangkan masa lalu akan terlewati. Menyiksa memang menjalani kehidupan yang sekarang karena bayang-bayang masalah. Hati yang tidak merasa cukup. Gelisah gundah, rasa pedih yang terus saja menguras kesabaran. Cukuplah hati yang pedih.. jiwa harus tenang. Pikiran harus jernih. Ikhlas menjalani adalah obat terbaik...

Kesepian

 Kesepian bukan hanya tentang raga yang sendirian, banyak manusia yang bahagia dengan dunianya dalam kesendiriannya, ia berkelahi dengan pikiran-pikirannya berdiskusi tentang banyak hal dari semua yang pernah ia baca atau ia lihat. Ia merasa ramai dengan pikiran-pikirannya itu. Bagaimana jika kesepian itu karena pikiran-pikiran yang terus dikekang, tidak bisa berdiskusi untuk menjalin hubungan dalam dimensi kata. Ia hanya bisa mengangguk dalam emosi yang terpendam. Manusia memang unik, dia memiliki citra yang terpancar dari emosi yang terbentuk karena manusia memiliki pikiran. Pikiran-pikiran itulah yang menjadikan manusia menjadi makhluk sempurna. Ia bersosialisasi, ia mampu mencurahkan segala panca indranya dalam abstraksi sikap yang terbentuk dalam pola-pola. Memang manusia memiliki naluri, namun naluri itu dibuat untuk bertahan hidup. Manusia menjadi manusia saat ia dapat menunda reaksi yang merupakan bagian dari naluriahnya. Kesepian manusia merupakan naluriah yang terbentuk dari pikiran-pikiran... kesepian bukan merupakan reaksi melainkan aksi.. kesepian adalah pilihan.. semoga tulisan-tulisan ini mampu mengelepaskan kesepian, menyegarkan pikiran dan membuat batin semakin ikhlas menerima keadaan.