Siapa yang sanggup menjaga pandangannya saat shiyam maka kesempurnaannya lebih dekat. Menjadi insan bertakwa semakin kuat. Dan Allah akan bukakan banyak kebaikan kepadanya.
Abu Al-Hasan al-Wariq berkata,
مَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ مُحَرَّمٍ أَوْرَثَهُ اللَّهُ بِذَلِكَ حِكْمَةً عَلَى لِسَانِهِ يَهْدِي بِهَا سَامِعُوهُ وَمَنْ غَضَّ بَصَرَهُ عَنْ شُبْهَةٍ نَوَّرَ اللَّهُ قَلْبَهُ بِنُورٍ يَهْتَدِي بِهِ إِلَى طَرِيقِ مَرْضَاتِهِ
“Siapa menundukkan pandangannya dari yang haram maka Allah anugerahkan hikmah pada lisannya sehingga orang-orang yang mendengarkan ucapannya mendapat petunjuk. siapa menundukkan pandangannya dari yang syubhat, Allah akan sinari hatinya dengan cahaya yang menunjukinya ke jalan keridhaan-Nya.”
Siapa meninggalkan melihat kepada sesuatu yang disukainya, Allah ganti dengan sesuatu yang lebih disukai olehnya. Siapa meninggalkan melihat sesuatu yang Allah murkai, Dia anugerahkan cahaya di hatinya sehingga bisa melihat yang benar dari yang batil.
✏Repost
@remajaislami
@IkatanMahasiswaMuhammadiyah
Seorang teman bertanya kepada teman yg lainnya:
"Tidakkah kau merasa iri ?? "
- Terhadap Fulaanah yang cantik & seksi?
- Terhadap Fulaanah, wanita karir yang menjadi buah bibir para pria?
- Terhadap Fulaanah yang mendahuluimu menikah karena kecantikannya dan pakaiannya yang modis?
- Terhadap putri tetanggamu yang cerdas & supel?
- Terhadap temanmu sewaktu kecil yang kini sudah mempunyai putra & putri, dia hidup bahagia bersama suaminya bagai Raja & Ratu?"
Jawablah..
Apakah kau tidak IRI terhadap mereka semua??"
Dengan disertai senyum manis, dia yg di tanya pun mulai menjawab..
Airmatanya mulai berjatuhan..
"Ya, AKU IRI.."
"Aku SANGAT IRI.."
- Terhadap Fulaanah yang telah hafal Al-Qur'an sebelumku.
- Terhadap Fulaanah yang setiap hari bangun malam untuk shalat Tahajjud.
- Terhadap Fulaanah yang telah menjadi pengajar Al-Qur'an.
- Terhadap Fulaanah yang sebentar lagi akan tamat menghafal kitab Shahih Bukhari.
- Fulaanah yang telah ber'umrah & berhaji, dan sekarang telah menjadi Da'iyah.
- Terhadap Fulaanah yang menunda nikah karena merawat ibunya yang tua renta serta mengurus adik-adiknya yang telah menjadi yatim, aku iri pada kebaikannya...
Aku iri terhadap setiap muslimah -yang aku tidak mengenalnya- yang telah mendahuluiku mencari jalan menuju Surga.. Aku iri terhadap setiap penghafal Al-Qur'an..
Aku iri terhadap setiap Da'iyah..
Untuk apa aku berlari mengejar puing-puing dunia yang akan segera sirna.
Sedangkan Ulama terdahulu telah berkata:
"Siapa yang bersaing denganmu dalam urusan Agamamu, maka saingilah dia.
Siapa yang bersaing denganmu dalam urusan Duniamu, maka lemparkanlah dunia itu ke lehernya..."
.
------------------------------
.
.
Jika bermanfaat, jgn lupa tuk bantu sebarkan sebanyak2 dan seluas2nya ya :D
.
.
.
By ;
Twitter : @MudaBerdakwah
Instagram : @muda_berdakwah
FB : Muda Berdakwah
Line@ : @IFE9127U
http://line.me/ti/p/%40ife9127u
Pin : 5404e086
✉SMS/WA : 0877-8686-7876
Sensasi nulis kali ini terasa beda. Seperti ada yang berubah dari diriku. walah, lebay dulu ahhh.. heheheh. Akhir-akhir ini memang banyak hal yang aku lalui, salah satu contoh beberapa hari ini. Hidayah bertebaran di mana-mana. Allah melancarkan hidayah sampai kepadaku. Banyak sekali nasihat-nasihat agama aku dapat dari orang-orang. Rangkaian kejadian-kejadian beberapa hari ini seakan skenario yang diatur sedemikan terencana seakan mengarah pada satu titik yang mengerucut.. HIDAYAH..
Seakan-akan semangat keimananku memuncak lagi seperti terakhir kali aku mengenal Allah dan merasakan Allah begtu nyata adanya. Rangkaian perjalanan spiritual dibalut emosi karena konflik organisasi dan kegalauan-kegalauan lainnya menjadi akumulasi penuh makna yang menyelimuti hatiku dengan keimanan. Hikmah dan hidayah berjalan begitu saja kepada diriku. Seperti yang aku bilang tadi, aku merasa ini adalah skenario yang begitu rapi direncanakan. Tapi kuyakini, aku tidak boleh sepasrah itu hingga menyerahkan skenario berikutnya kepada rencana-rencana. Katanya manusia juga berperan melukis takdirnya sendiri, tentunya dengan do'a dan usaha, bukan nafsu. aku juga yakin, do'a dan usaha pulalah yang membuat Allah menuntunku ke jalan kebaikan. Sekarang tinggal memperkuat pondasi ini. Seperti sebelumnya, kekuatan iman dan keistiqomahanku sangat rapuh, jika diilustrasikan, seperti membangun pondasi di pinggiran pantai yang amat mudah diterpa erosi air laut.
Ya Allah, bangunlah pondasi keimanan dan keistiqomahan ini di karang yang kuat, yang amat kuat di terpa badai apapun sehingga hamba mampu menuju surga-Mu.
Sekarang misiku adalah menjaga keistiqomahan ini. Usahaku sementara ini adalah dengan menghijabnya dengan sumpah di atas Nama Allah..