Bismillah Alhamdulillah.. ini adalah postingan pertama di tahun 2016. Lama juga ya fakum. Semua karena kegiatan organisasi yang akhir-akhir ini mewarnai kehidupan baruku.
Sensasi nulis kali ini terasa beda. Seperti ada yang berubah dari diriku. walah, lebay dulu ahhh.. heheheh. Akhir-akhir ini memang banyak hal yang aku lalui, salah satu contoh beberapa hari ini. Hidayah bertebaran di mana-mana. Allah melancarkan hidayah sampai kepadaku. Banyak sekali nasihat-nasihat agama aku dapat dari orang-orang. Rangkaian kejadian-kejadian beberapa hari ini seakan skenario yang diatur sedemikan terencana seakan mengarah pada satu titik yang mengerucut.. HIDAYAH..
Seakan-akan semangat keimananku memuncak lagi seperti terakhir kali aku mengenal Allah dan merasakan Allah begtu nyata adanya. Rangkaian perjalanan spiritual dibalut emosi karena konflik organisasi dan kegalauan-kegalauan lainnya menjadi akumulasi penuh makna yang menyelimuti hatiku dengan keimanan. Hikmah dan hidayah berjalan begitu saja kepada diriku. Seperti yang aku bilang tadi, aku merasa ini adalah skenario yang begitu rapi direncanakan. Tapi kuyakini, aku tidak boleh sepasrah itu hingga menyerahkan skenario berikutnya kepada rencana-rencana. Katanya manusia juga berperan melukis takdirnya sendiri, tentunya dengan do'a dan usaha, bukan nafsu. aku juga yakin, do'a dan usaha pulalah yang membuat Allah menuntunku ke jalan kebaikan. Sekarang tinggal memperkuat pondasi ini. Seperti sebelumnya, kekuatan iman dan keistiqomahanku sangat rapuh, jika diilustrasikan, seperti membangun pondasi di pinggiran pantai yang amat mudah diterpa erosi air laut.
Ya Allah, bangunlah pondasi keimanan dan keistiqomahan ini di karang yang kuat, yang amat kuat di terpa badai apapun sehingga hamba mampu menuju surga-Mu.
Sekarang misiku adalah menjaga keistiqomahan ini. Usahaku sementara ini adalah dengan menghijabnya dengan sumpah di atas Nama Allah..
Sensasi nulis kali ini terasa beda. Seperti ada yang berubah dari diriku. walah, lebay dulu ahhh.. heheheh. Akhir-akhir ini memang banyak hal yang aku lalui, salah satu contoh beberapa hari ini. Hidayah bertebaran di mana-mana. Allah melancarkan hidayah sampai kepadaku. Banyak sekali nasihat-nasihat agama aku dapat dari orang-orang. Rangkaian kejadian-kejadian beberapa hari ini seakan skenario yang diatur sedemikan terencana seakan mengarah pada satu titik yang mengerucut.. HIDAYAH..
Seakan-akan semangat keimananku memuncak lagi seperti terakhir kali aku mengenal Allah dan merasakan Allah begtu nyata adanya. Rangkaian perjalanan spiritual dibalut emosi karena konflik organisasi dan kegalauan-kegalauan lainnya menjadi akumulasi penuh makna yang menyelimuti hatiku dengan keimanan. Hikmah dan hidayah berjalan begitu saja kepada diriku. Seperti yang aku bilang tadi, aku merasa ini adalah skenario yang begitu rapi direncanakan. Tapi kuyakini, aku tidak boleh sepasrah itu hingga menyerahkan skenario berikutnya kepada rencana-rencana. Katanya manusia juga berperan melukis takdirnya sendiri, tentunya dengan do'a dan usaha, bukan nafsu. aku juga yakin, do'a dan usaha pulalah yang membuat Allah menuntunku ke jalan kebaikan. Sekarang tinggal memperkuat pondasi ini. Seperti sebelumnya, kekuatan iman dan keistiqomahanku sangat rapuh, jika diilustrasikan, seperti membangun pondasi di pinggiran pantai yang amat mudah diterpa erosi air laut.
Ya Allah, bangunlah pondasi keimanan dan keistiqomahan ini di karang yang kuat, yang amat kuat di terpa badai apapun sehingga hamba mampu menuju surga-Mu.
Sekarang misiku adalah menjaga keistiqomahan ini. Usahaku sementara ini adalah dengan menghijabnya dengan sumpah di atas Nama Allah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar