Halo semuanya. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman di minggu-minggu pertama saya nge-Ners. alhamdulillah setelah saya lulus dengan predikat yang cukup memuaskan menjadi sarjana keperawatan, saya harus lanjut ke program ners atau profesi. Lo gak akan dibilang perawat kalo gak ikut ners.. ya begitulah regulasi mengaturnya. but gak masalah, bagi saya ini adalah proses yang harus dijalani, gak usah diambil pusinglah.
stase awal yang harus saya masuki yaitu stase KDP (Keperawatan Dasar Profesi), kata CI (Clinical Instructure) saya saat pertama kali responsif sih stase main-main, so saya pun santai dalam menghadapinya.
Kebetulan saya dinas di Rumah Sakit Dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin selama 4 minggu di ruang saraf dan paru. selama 4 minggu itu banyak sekali kegiatan yang harus kami lakukan, mulai dari BST (Bed Site Teaching), DOPS (Sejenis osce tapi dengan pasien), Penkes, ADL, Presentasi jurnal, tutorial klinik, mengelola pasien (LP, ASKEP), dan long case atau ujian stase. Semuanya ada waktu dead line nya masing-masing. Dan semuanya dengan jenis dokumentasinya masing-masing. meskipun main-main, tapi semua tugas itu harus dikerjakan dengan serius,, hehehe
hari pertama dinas, kami semua dinas pagi di ruang Rubi kelas 3 (saraf). tidak ada yang kami lakukan di hari pertama (hal penting yang dapat dilakukan). Saya hanya melihat kaka-kaka perawat yang sibuk dengan kegiatan mereka di nurse station. bagi kalian yang perawat mungkin faham dengan saya. saya perhatikan, perawat lebih banyak disibukkan dengan dokumentasi keperawatan ketimbang memberikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan pasien. wahh gini ya..
"ding" "ding" "ding"
kata-kata itu mulai bersahutan di ruangan. kami mulai bertebaran melakukan TTV ke semua pasien. setelah itu, pekerjaan lainpun mengikuti, ganti infus, memperbaiki infus macet, observasi pasien gawat, dll. Untung ada temen-temen dari institusi lain yang juga dinas di ruangan yang sama. kebetulan mereka dari STIKES Suaka Insan dan sudah memasuki stase KMB. lumayan bisa tanya-tanya mereka. Kadang, cara-cara melakukan tindakan disetiap ruangan berbeda, dan kadang berbeda pula dengan teori di kampus, so kami harus beradaptasi dengan ruangan.
Hal itu biasa dilakukan. Meskipun banyak sekali tantangan dan sandungan tapi kami satu kelompok dapat menyelesaikannya.
Postingan kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman di minggu-minggu pertama saya nge-Ners. alhamdulillah setelah saya lulus dengan predikat yang cukup memuaskan menjadi sarjana keperawatan, saya harus lanjut ke program ners atau profesi. Lo gak akan dibilang perawat kalo gak ikut ners.. ya begitulah regulasi mengaturnya. but gak masalah, bagi saya ini adalah proses yang harus dijalani, gak usah diambil pusinglah.
stase awal yang harus saya masuki yaitu stase KDP (Keperawatan Dasar Profesi), kata CI (Clinical Instructure) saya saat pertama kali responsif sih stase main-main, so saya pun santai dalam menghadapinya.
Kebetulan saya dinas di Rumah Sakit Dr. Moch Anshari Saleh Banjarmasin selama 4 minggu di ruang saraf dan paru. selama 4 minggu itu banyak sekali kegiatan yang harus kami lakukan, mulai dari BST (Bed Site Teaching), DOPS (Sejenis osce tapi dengan pasien), Penkes, ADL, Presentasi jurnal, tutorial klinik, mengelola pasien (LP, ASKEP), dan long case atau ujian stase. Semuanya ada waktu dead line nya masing-masing. Dan semuanya dengan jenis dokumentasinya masing-masing. meskipun main-main, tapi semua tugas itu harus dikerjakan dengan serius,, hehehe
hari pertama dinas, kami semua dinas pagi di ruang Rubi kelas 3 (saraf). tidak ada yang kami lakukan di hari pertama (hal penting yang dapat dilakukan). Saya hanya melihat kaka-kaka perawat yang sibuk dengan kegiatan mereka di nurse station. bagi kalian yang perawat mungkin faham dengan saya. saya perhatikan, perawat lebih banyak disibukkan dengan dokumentasi keperawatan ketimbang memberikan asuhan keperawatan yang dibutuhkan pasien. wahh gini ya..
"ding" "ding" "ding"
kata-kata itu mulai bersahutan di ruangan. kami mulai bertebaran melakukan TTV ke semua pasien. setelah itu, pekerjaan lainpun mengikuti, ganti infus, memperbaiki infus macet, observasi pasien gawat, dll. Untung ada temen-temen dari institusi lain yang juga dinas di ruangan yang sama. kebetulan mereka dari STIKES Suaka Insan dan sudah memasuki stase KMB. lumayan bisa tanya-tanya mereka. Kadang, cara-cara melakukan tindakan disetiap ruangan berbeda, dan kadang berbeda pula dengan teori di kampus, so kami harus beradaptasi dengan ruangan.
Hal itu biasa dilakukan. Meskipun banyak sekali tantangan dan sandungan tapi kami satu kelompok dapat menyelesaikannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar