Aku :
Hujan, kamu datang lagi, dengarlah aku ingin bercerita banyak hal denganmu,
jangan mereda : ).
Hujan :
Apa? Tentang dia lagi? Apa dia membuatmuuuuu…………….
Aku :
Cukup!!! Jangan kau sebut hujan. Aku malu : (. Kelihatannya kamu bosan hujan
dengan eluh-eluhku?? Apakah?
Hujan :
Tidak. Aku tidak bosan keluh kesahmu itu. aku hanya bosan denganmu dan
dengannya, bertingkah laku untuk berbicara.
Aku :
Bukan hujan. Kami memiliki hati, kami berbicara dengan hati. Kami bisa saling
mendengar. Kami memiliki cinta. Dan kami saling meyakininya.
Hujan :
Dengarlah pesanku, mulutmu untuk berbicara, telingamu untuk mendengar,
pikiranmu untuk mengerti dan hatimu untuk merasakan. Kamu tidak akan merasakan
dengan telingamu atau kamu tidak akan berbicara dengan hatimu kepada orang lain.
Jika kamu merasakan sesuatu ketika orang lain membicarakan tentangnya, tutup
telingamu, dan rasakan hatimu. Atau ketika kamu ingin mengatakan sesuatu.
Bicaralah dengan mulutmu, karna sungguh, meskipun hati dapat berbicara dan
dapat mendengar, tapi tak seorangpun dapat mengertinya….
Aku :
Terimakasih hujan, maafkan aku : (. Meredalah. Aku yakin dia mengerti. Kini kuingin melihat pelangimu :).
Hujan : Pelangiku adalah senyum kalian berdua, kebahagiaan kalian berdua. Dan kebersamaan kalian berdua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar