Menurut Sternberg (1988), cinta itu mengandung komponen keintiman
(intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment). Dari ketiga
komponen tersebut dapat membentuk delapan kombinasi jenis cinta yaitu
nonlove, liking, Infatuation love, empty love, romantic love,
companionatelove, fatous love, consummate love. Cinta yang ideal adalah
cinta yang memiliki komponen keintiman, gairah dan komitmen yang
seimbang, oleh karena itu peneliti menggunakan consummate love(cinta
yang sempurna) sebagai acuan untuk penelitian ini. Orang-orang yang
sedang jatuh cinta mempunyai kadar cinta yang berbeda-beda, ada yang
sangat intim dan mesra, tetapi tidak jarang terlihat pasangan tersebut
sering bertengkar bahkan ada yang bercerai
walaupun sudah menikah. Perbedaan kadar cinta ini mempunyai banyak faktor penyebab, salah satu diantaranya karena adanya pengaruh dari tipe kepribadian. Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak ada satu orangpun yang sama persis dengan orang yang lain, meski mereka terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Penggolongan berdasarkan warna ini dengan maksud agar lebih mudah untuk diingat. Jenis kelaminpun bisa mempengaruhi perbedaan kadar cinta ini. John Gray (2001) didalam bukunya yang berjudul “Men from Mars and Women from Venus” mengandaikan para pria berasal dari planet mars sedangkan para wanita berasal dari planet venus yang mempunyai banyak perbedaan. Orang-orang mars menghargai kekuasaan, keterampilan, efisiensi dan prestasi. Penduduk Venus mempunyai nilai-nilai berbeda. Venus menghargai cinta, komunikasi dan hubungan.
walaupun sudah menikah. Perbedaan kadar cinta ini mempunyai banyak faktor penyebab, salah satu diantaranya karena adanya pengaruh dari tipe kepribadian. Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak ada satu orangpun yang sama persis dengan orang yang lain, meski mereka terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Penggolongan berdasarkan warna ini dengan maksud agar lebih mudah untuk diingat. Jenis kelaminpun bisa mempengaruhi perbedaan kadar cinta ini. John Gray (2001) didalam bukunya yang berjudul “Men from Mars and Women from Venus” mengandaikan para pria berasal dari planet mars sedangkan para wanita berasal dari planet venus yang mempunyai banyak perbedaan. Orang-orang mars menghargai kekuasaan, keterampilan, efisiensi dan prestasi. Penduduk Venus mempunyai nilai-nilai berbeda. Venus menghargai cinta, komunikasi dan hubungan.
Penelitian ini diharapkan secara teoritis dapat memperkaya khasanah
keilmuan psikologi sosial terutama pada psikologi kepribadian dan
psikologi cinta, serta secara praktis diharapkan bermanfaat bagi para
pasangan suami istri dalam upayanya lebihmemahami pasangan masing-masing
dan dalam mengelola hubungan suami istri.
Kesempurnaan Cinta
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik
dengan konsep cinta karena manusia satu-satunya makhluk yang dapat
merasakancinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep, cinta
sedemikian abstraknyasehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Dalam
penelitian ini dipilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg (1988),
yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan
antara dua orang. Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah,
kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan
kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Kisah
pada setiap orang berasal dari “ skenario” yang sudah dikenalnya,
apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini
biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam
sebuah hubungan.
Sternberg (1988) terkenal dengan teorinya tentang Triangular Theory
of Love (segitiga cinta). Segitiga cinta itu mengandung komponen: (1)
keintiman (intimacy), (2) gairah (passion) dan (3) komitmen
(commitment). Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat
kehangatan, kepercayaan (trust) dan keinginan untuk membina hubungan.
Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang,
senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu
bila lama tidak bertemu, dan ada keinginanuntuk bergandengan tangan atau
saling merangkul bahu. Gairah adalah elemen motivasional yang didasari
oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Komitmen adalah
elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap
menjalankan suatu kehidupan bersama. Menurut Sternberg (1988), setiap
komponen itu pada setiap orang berbedaderajatnya. Ada yang hanya tinggi
di gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah
apabila ketiga komponen itu berada dalam proporsi yangsesuai pada suatu
waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang palingbesar
adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang
lebih besar (dalam beberapa budaya), disertai dengan komitmen yang lebih
besar. Misalnya melalui perkawinan.
Dari ketiga komponen cinta disamping, dapat membentuk delapan
kombinasi jenis cinta yang dapat dilihat pada gambar 1, delapan
kombinasi itu adalah sebagai berikut :
(1) nonlove,tak ada gairah yang timbul, biasanya hubungan dengan
orang dalam lingkungan sehari-hari karena interaksinya hanya bersifat
sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen;
(2) liking (persahabatan), sebagai salah satu komponen emosi yang ada
adalah perasaan suka bukanlah cinta, hanya memiliki komponen keintiman;
(3) Infatuation love(ketergila-gilaan), gairah yang timbul tanpa
keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan
pertama; (4) empty love(cinta kosong), ada unsur komitmen tetapi kurang
intim dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan;
(5) romantic love(cinta romantis), hubungan intim yang menggairahkan
tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini
terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan
jangka panjang; (6) companionatelove, hasil dari komponen keintiman dan
komitmen tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak
akan menggairahkan secara fisik lagi; (7) fatous love (cinta buta),
mempunyai gairah dan komitmen tetapi kurang intim, dimana cinta ini
sulit dipertahankan karena kurang adanya aspekemosi; (8) consummate
love(cinta yang sempurna), yaitu cinta yang tersusun atas komponen
keintiman, gairah dan komitmen. Cinta yang ideal adalah cinta yang
memiliki komponen keintiman, gairah dan komitmen yang seimbang, oleh
karena itu peneliti menggunakan consummate love (cinta yang sempurna)
sebagai acuan untuk penelitian ini.
Tipe kepribadian kode warna
Setiap orang memiliki kepribadian dasar. Kepribadian seseorang telah
terbentuk sejak nafas pertama ditiupkan di dalam kandungan. Kepribadian
seseorang memang dapat berkembang tetapi tidak akan keluar dari
sifat-sifat inti atau dasarnya. Kepribadian adalah inti pikiran dan
perasaan didalam diri seseorang yang memberitahu bagaimana ia membawa
diri. Kepribadian merupakan daftar respon berdasarkan nilai-nilai dan
kepercayaan yang dipegang kuat. Kepribadian akan mengarahkan reaksi
emosional seseorang disamping rasional terhadap setiap pengalaman hidup.
Dengan kata lain, kepribadian adalah proses aktif didalam setiaphati
dan pikiran seseorang yang menentukan bagaimana ia merasa, berpikir dan
berperilaku (Hartman, 2004). Taylor Hartman (2004) membagi tipe
kepribadian menurut empat aspek dominan didalam alam –api, tanah, air
dan udara. Atas dasar ini kemudian ia membedakan empat tipe kepribadian
orang menurut kode warna, yaitu tipe kepribadian merah, biru, putih dan
kuning. Kepribadian merah merepresentasikan sifat-sifat api –memiliki
semangat yang membara dalam kehidupan; kepribadian biru
merepresentasikan sifat-sifat tanah – kuat dan teguh dalam
pendirian;kepribadian putih merepresentasikan sifat-sifat dasar air –
mengalir dan mengikuti arus; kepribadian kuning merepresentasikan
sifat-sifat angin – bertiup kesana kemari. Masing-masing tipe
kepribadian memiliki keunikan sendiri yang merupakan gabungan antara
kekuatan dan kelemahan. Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak
ada satu orangpun yangsama persis dengan orang yang lain, meski
terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun
menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan
menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil
sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan
dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe
kepribadian merah, biru, putih dan kuning.
Perbedaan Pria dan Wanita
Jenis kelaminpun bisa mempengaruhi perbedaan kadar cinta ini. John
Gray (2001) didalam bukunya yang berjudul “Men from Mars and Women from
Venus” mengandaikan para pria berasal dari planet mars sedangkan para
wanita berasal dari planet venus yang mempunyai banyak perbedaan.
Orang-orang mars menghargai kekuasaan, keterampilan, efisiensi dan
prestasi. Mars senantiasa melakukan ini itu untuk membuktikan diri dan
mengembangkan kemampuan serta ketrampilan diri. Harga diri dirumuskan
melalui kemampuan mereka mencapai hasil-hasil. Mars mengalami kepuasan
terutama melalui sukses dan prestasi. Penduduk Venus mempunyai
nilai-nilai berbeda. Venus menghargai cinta, komunikasi dan hubungan.
Venus menghabiskan banyak waktu untuk memberi dukungan,menolong dan
saling melayani. Makna diri venus ditentukan melalui perasaan dan mutu
hubungan-hubungan. Venus mengalami kepuasan karena berbagi dan
berhubungan.
Dari penjabaran John Gray (2001) bisa disimpulkan juga bahwa wanita
memiliki kadar cinta yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Pria
menghargai kekuasaan dan ketrampilan sedangkan wanita menghargai cinta,
komunikasi dan hubungan.
Sumber:
Yamin Setiawan, 2004. Jurnal “Kesempurnaan Cinta, Tipe Kepribadian Kode Warna dan Jenis Kelamin”. http://yaminsetiawan.com/jurnal/jurnal01.pdf. Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Surabaya. Diakses 17 Juni 2015.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar